![]() |
| Gambar ekosistem di sungai |
Dalam
suatu ekosistem, terjadi hubungan timbal balik antara komponen biotik dan
komponen abiotik. Komponen biotik terdiri dari produsen, konsumen dan
pengurai, sedangkan komponen abiotik terdiri dari cahaya, udara, air, tanah,
suhu, dan mineral.
Keberadaan
komponen-komponen tersebut dikontrol secara alami oleh alam sehingga terjadi
suatu keadaan yang disebut keseimbangan ekosistem. Keseimbangan ekosistem
ditandai dengan tidak terputusnya rantai makanan. Tetapi tanpa sadar
sebagian besar aktivitas manusia telah mengganggu kontrol alami terhadap
keseimbangan ekosistem.
1. Pencemaran Lingkungan
Untuk meningkatkan
kualitas hidupnya manusia berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang berada di
lingkungannya. Kekayaan alam tersebut berupa komponen biotic maupun abiotik
yang kita kenal sebagai sumber daya alam. Melalui akal pikiran manusia
menciptakan peralatan berupa mesin dan alat-alat bantu teknologi tinggi untuk
dapat menghasilkan produk yang berlimpah dalam waktu yang singkat. Namun dalam
kenyataannya, kualitas yang hendak dicapai masih sulit dijangkau. Hal ini
disebabkan karena adanya dampak negative dari industry dan teknologi terhadap
lingkungan dapat mengurangi daya dukung alam yang berarti akan mengurangi kemampuan
alam untuk mendukung kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Pengertian
pencemaran sendiri adalah masuknya bahan atau energy ke dalam lingkungan yang
menyebabkan timbulnya perubahan yang tidak diharapkan baik yang bersifat fisik,
kimiawi, maupun biologis sehingga mengganggu kesehatan, eksistensi manusia, dan
aktivitas manusia serta organisme lainnya.
Berdasarkan
mediumnya, pencemaran dikelompokkan menjadi :
a. Pencemaran air
Air dikatakan
tercemar jika mendapatkan zat atau bahan atau kondisi dalam air yang menurunkan
kualitas sesuai dengan standar peruntukannya. Misalnya sumber air minum yang
tidak sesuai lagi digunakan untuk air minum. Air sungai yang tidak layak lagi
digunakan untuk cuci dan mandi. Sumber polutan pencemaran air terutama adalah
limbah industri dan rumah tangga, sampah padat maupun cair, buangan daerah
pertanian berupa pupuk dan pestisida, serta tumpahan minyak.
b. Pencemaran udara
Pencemaran udara
terjadi bila ke dalam udara masuk satu atau lebih bahan kimia dalam konsentrasi
tinggi atau mempunyai kondisi fisik seperti panas tinggi yang dapat berbahaya
bagi manusia, hewan, tumbuhan atau materi lainnya.
c. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah
berkaitan erat dengan pencemaran air dan udara. Air permukaan yang tercemar
dapat masuk ke dalam tanah dan menimbulkan pencemaran tanah. Sedangkan pencemar
yang terdapat di udara bersama-sama air hujan akhirnya akan mencemari tanah
pula. Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh sampah .
2. Aktivitas Manusia yang Mempengaruhi Keseimbangan
Ekosistem
Dalam kehidupan sehari-hari
manusia tidak terlepas dari aktivitas. Aktivitas tersebut tentu sangat
berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Beberapa aktivitas yang mereka lakukan
dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Berikut contoh aktivitas / kegiatan
manusia yang dapat mengganggu lingkungan :
a. Penebangan hutan
secara liar.
Penebangan hutan secara liar dapat
mengakibatkan :
§
Hilangnya
tempat tinggal dan tempat berlindung hewan yang hidup di dalamnya.
§
Akar
tanaman tidak dapat menahan hujan sehingga menyebabkan tanah longsor atau
erosi.
§
Tanah yang longsor menyebabkan air
sungai menjadi keruh sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai tumbuhan yang
ada di dasar di bawah air sungai.
§
Tumbuhan-tumbuhan tersebut akan mati
sehingga hewan yang bergantung pada tumbuhan tersebut juga akan mati.
§
Berkurangnya
resapan air hujan sehingga dapat menyebabkan banjir.
b. Penambangan
terbuka.
Penambangan terbuka
menyebabkan :
§
Hutan hujan lebat menjadi gurun tandus
dan mati sehingga tidak ada lagi tumbuhan yang dapat hidup di sana.
§
Limbah dari sisa pertambangan
menyebabkan sungai menjadi keruh dan coklat.
§
Zat kimia yang digunakan dalam proses
penambangan dibuang ke aliran sungai sehingga membunuh ikan dan satwa lainnya.
c. Pembuangan sampah
atau limbah.
Pembuangan sampah atau limbah yang
dibuang ke sungai menyebabkan :
§
Sungai menjadi tercemar dan airnya
tidak dapat digunakan.
§
Makhluk hidup yang bergantung pada air
sungai akan kesulitan mencari air bersih.
d. Penggunaan pupuk
dan pestisida yang berlebihan.
Penggunaan pupuk yang berlebihan
menyebabkan :
§
Sebagian pupuk yang tidak diserap oleh
tumbuhan akan terbuang bersama aliran air.
§
Pupuk tersebut banyak mengandung hara
mineral menyebabkan perkembangbiakan tumbuhan air menjadi cepat.
§
Permukaan air dipenuhi oleh tumbuhan
air, sehingga sinar matahari terhalang masuk ke dalam perairan.
§
Proses fotosintesis fitoplankton
menjadi terhambat sehingga kadar oksigen dalam air menurun dan menyebabkan
kematian masal penghuni perairan.
Penggunaan pestisida yang berlebihan menyebabkan :
§
Mematikan makhluk hidup selain hama pertanian
yang sebenarnya bermanfaat.
§
Hama menjadi kebal terhadap pestisida
sehingga menjadi ledakan jumlah hama.
e. Perburuan liar
Perburuan liar
menyebabkan berkurangnya jumlah hewan bahkan lama kelamaan akan punah.
f. Penangkapan ikan
tanpa terkendali
§
Penggunaan dinamit dan pukat harimau
menyebabkan ikut terbunuhnya ikan yang masih muda dan menyebabkan rusaknya
terumbu karang.
§
Penggunaan jaring bermata kecil
menyebabkan ikan kecil dan ikan yang belum dewasa juga ikut tertangkap sehingga
menghambat proses regenerasi ikan.
§
Penangkapan ikan saat musim kawin
menyebabkan terhambatnya proses regenerasi ikan karena ikan yang tertangkap
belum sempat berkembang biak.
g. Perusakan terumbu
karang
Perusakan terumbu karang menyebabkan
rusaknya kehidupan ribuan makhluk yang saling bergantung, karena terputusnya
rantai makanan dalam ekosistem terumbu karang.
DAFTAR PUSTAKA
Sumardi, Yosephat, dkk. 2007. Konsep Dasar IPA SD.
Jakarta: Universitas Terbuka.







0 komentar:
Posting Komentar