Rangkuman materi ipa, kurikulum 2013, kumpulan soal-soal latihan, ujian, penilaian harian, ukk

Selasa, 17 Maret 2020

Tema 8 Subtema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku - Materi 1 Bahasa Indonesia

JENIS-JENIS CERITA

Dongeng merupakan salah satu jenis cerita yang akrab dengan kita.
Dongeng selalu menemani hari-hari kita, entah di rumah atau di sekolah.
Dongeng membuat kita ingin belajar membaca dan menulis. Dongeng juga membuat kreativitas kita bertambah.
Dongeng termasuk cerita fiksi. Cerita fiksi adalah cerita yang dibuat oleh pengarang, baik cerita yang diambil dari kisah nyata maupun cerita yang benar-benar dibuat oleh pengarang.
Berikut adalah jenis-jenis cerita:
1. Fabel
       Fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang. Namun, dunianya sama dengan dunia manusia.
       Di dalam fabel, binatang-binatang yang menjadi tokoh digambarkan memiliki perilaku seperti manusia.
       Jadi, binatang-binatang itu bisa berbicara, berpikir, sekolah, bekerja, dan melakukan aktivitas lain seperti manusia.
       Bahkan, di dalam fabel juga ada konflik antara hewan yang menjadi tokoh utama dengan hewan lain yang ada di dalam cerita.
       Contoh fabel adalah cerita tentang kura-kura dan kelinci, kancil dan buaya, dan lain-lain.
2. Legenda
       Legenda adalah cerita yang mengisahkan tentang asal-usul terbentuknya suatu tempat, seperti asal-usul terjadinya Gunung Tangkuban Parahu.
       Cerita seperti ini biasanya berasal dari rakyat zaman dahulu.
       O iya, rakyat yang tinggal di daerah itu biasanya menganggap cerita legenda itu benar-benar terjadi.
       Kemudian, cerita legenda itu akan diceritakan kembali turun-temurun hingga menjadi cerita yang sekarang ini kita ketahui.
3. Mite
       Mite merupakan cerita yang berasal dari rakyat di sebuah daerah.
       Biasanya, mite menceritakan tentang tokoh gaib, seperti dewa, peri, atau bahkan hantu.
       Salah satu contoh dari mite adalah cerita tentang Nyai Loro Kidul dari Yogyakarta.
4. Sage
       Sage adalah kisah yang menceritakan kehebatan atau kepahlawanan seseorang, misalnya kisah Jaka Tingkir.
       O iya, sage ini biasanya menyebar dari mulut ke mulut dan juga diwariskan dari nenek moyang ke keturunannya.
       Maka itu, lama kelamaan, ceritanya bisa sedikit berubah, ada beberapa bagian yang bertambah tapi juga bisa berkurang.
5. Komedi
       Komedi adalah kisah yang berisi cerita jenaka (lucu), dan mengundang gelak tawa para pembacanya.

Bacalah cerita berikut!
Roro Jonggrang
Roro Jonggrang adalah seorang putri dari Kerajaan Prambanan. Raja Prambanan, ayah Roro Jonggrang gugur dalam pertarungan melawan Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging. Akibatnya, Bandung Bondowoso menguasai Kerajaan Prambanan. Bandung Bondowoso yang tamak menginginkan Roro Jonggrang sebagai permaisurinya. Roro Jonggrang yang tidak mau diperistri oleh Bandung Bondowoso pun mengajukan sebuah syarat.
”Aku bersedia menjadi permaisurimu, Bandung Bondowoso. Tetapi, ada syarat yang harus kau penuhi. Jika berhasil, aku akan menikah denganmu. Namun, jika kau gagal izinkan aku pergi,” kata Roro Jonggrang.
”Apa pun yang kau minta akan aku penuhi, Roro Jonggrang. Jika aku gagal memenuhinya, aku akan mengembalikan kerajaan ini kepadamu,” sahut Bandung Bondowoso angkuh.
”Aku minta kau membangun seribu candi untukku. Semua harus selesai sebelum matahari terbit esok.” Sahut Roro Jonggrang.
”Baiklah, aku pasti berhasil memenuhi syarat yang kau buat.” Jawab Bandung Bondowoso angkuh.
Bandung Bondowoso meminta bantuan pasukan jin untuk membangun seribu candi. Dalam sekejap, bangunan candi mulai tampak. Roro Jonggrang panik, dia mengadu kepada Bi Sumi, dayang kepercayaannya. Bi Sumi mempunyai ide untuk menggagalkan pekerjaan Bandung Bondowoso. Dia segera memerintahkan para dayang untuk menumbuk lesung dan membakar jerami.
Suara lesung bertalu-talu dan semburat api yang memerah di langit membuat suasana seperti pagi hari. Ayam-ayam jantan berkokok bersahut-sahutan. Mendengar kokok ayam jantan, pasukan jin terkejut.
”Hari sudah pagi, kami harus pergi.” Teriak pasukan jin sambil bergegas meninggalkan Bandung Bondowoso dan candi-candi yang telah mereka bangun.
Roro Jonggrang mendatangi Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang segera menghitung candi-candi yang sudah selesai. ”Candi-candi ini hanya ada 999. Kurang satu candi.” Kata Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso tidak percaya dengan perkataan Roro Jonggrang. Dia segera menghitung banyak candi dan ternyata memang benar hanya ada 999 candi.
Bandung Bondowoso marah besar. ”Aku tidak akan kalah, Roro Jonggrang. Aku akan mendapatkan seribu candi seperti yang kau inginkan.”
”Kenyataannya candi yang kau buat kurang satu, Bandung Bondowoso. Kau tetap harus menepati janjimu.” Sahut Roro Jonggrang.
”Kalau begitu, akan kuubah kau menjadi candi keseribu.”
Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso mengubah Roro Jonggrang menjadi patung batu. Patung itulah yang menjadi candi keseribu. Candi-candi itu hingga kini masih berdiri tegak di wilayah Prambanan.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1.    Apa yang dimaksud dengan cerita fiksi?
2.    Apa jenis cerita Roro Jonggrang di atas?
3.    Sebutkan jenis-jenis cerita!
4.    Siapa saja tokoh yang ada dalam cerita Roro Jonggrang?
5.    Apa yang dilakukan Roro Jonggrang untuk menolak lamaran  Bandung Bondowoso?

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog